Kebahagiaan yang tertunda
|
I
|
ndahnya sebuah kebahagiaan itu,terdapat dalam kasih
sayang antara sesama dan terkadang terdapat juga dalam sebuah materi.Materi yang
kurang dalam sebuah keluarga dapat menjadi alasan kurangnya bahagia keluarga
tersebut.Dalam sebuah keluarga hendaknya ada ayah,ibu dan anak.Dari pernikahan
antara ayah dan ibu mendapat buah hati seorang anak yang mereka sayangi.
Dalam keluarga ini
hiduplah seorang ayah,ibu dan seorang anak yang bernama Feri,Mereka hidup
miskin.Rumah terbuat dari bambu yang sudah reot apabila hujan datang akan bocor
disana sini.Pekerjaan seorang ayah tidak menentu dan hasilnya pun tidak menentu
juga, dan ibu hanya menjadi penjual makanan-makanan kecil yang dijual di
Sekolah dasar.Setiap hari hanya makan dengan ubi jalar atau singkong tetapi
apabila ada rejeki lebih juga makan nasi.
Sang anak yang masih
kecil tidak mengerti akan keadaan keluarganya tersebut,dia merasa iri saat ada
temanya yang dibelikan mobil-mobilan oleh ayahnya tetapi saat dia meminta
mobil-mobilan kepada orang tuanya ,orang tuanya hanya bisa memberi janji untuk
membelikan tetapi lama sekali baru dibelikan.Keadaan tersebut membuat sang ibu
nekat untuk bekerja di luar negeri,hanya untuk mengubah nasib dan membahagiakan
seorang anak yang sangat mereka sayangi.
Ketika sang anak masih
berumur 10 tahun dia sudah ditinggal ibunya bekerja diluar negeri,dia hidup
dengan ayahnya.Ayahnya pun sibuk bekerja sehingga sang anak kurang mendapat
kasih sayang yang cukup dari keluarga.Saking lamanya sang ibu pergi
sampai-sampai sang anak lupa akan sosok wajah ibunya.
Ketika di tinggal sang
ibu pergi anak menjadi kesepian karena sang ayah juga sibuk bekerja.Sang anak
setiap hari bermain bersama teman-temanya disekitar rumah yang sebagian besar
sudah beranjak dewasa dan sang anak masih berumur 10 tahun.Teman-temanya yang
tidak seumuran tersebut bisa menjadikan sang anak berperilaku yang tidak baik,
dia banyak meniru teman-temanya.Dia bermain dari pulang sekolah sampai sore dan
pulang kerumah jika hanya merasa lapar.
Ketika kelas 5 Sekolah
Dasar dia sudah berani memalak teman-temanya dan terutama adik kelasnya karena
dia jarang diberi uang jajan oleh orang tuanya dan karena sang anak meniru
teman-temanya yang tidak seumuran tersebut.Setiap hari sabtu kegiatan memalak
tersebut dilakukan dan uangnya digunakan untuk membeli minuman keras dan dia
pun meminum minuman tersebut.Ketika masih duduk di Sekolah Dasar dia juga
sering bolos sekolah karena menurut dia sekolah hanya membuat otak menjadi
pusing karena banyak berfikir.
|
K
|
etika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama
semakin nakal saja si anak tersebut.Bermain sampai pulang malam setiap hari dan
masih saja memalak teman-temanya dan adik kelasnya.
Hingga suatu hari dia
merasakan benih – benih cinta yang mulai tumbuh di hatinya, dia menyukai
seorang perempuan yang bernama Roza dan perempuan itupun ternyata suka
kepadanya.Akhirnya mereka berpacaran ,suatu ketika dia menunggu Roza datang
dirumahnya setelah lama menunggu tidak datang-datang juga dan ternyata dia
malah bertemu dengan mantannya dia pun tahu kelakuan pacarnya tersebut sehingga
mereka putus tetapi Roza tidak mau sehingga dia menangis.
Setelah tahu Roza menangis dia pun mengejar dengan
menggunakan sepeda temanya ,ketika diperjalanan Feri menimpa kecelakaan sampai
tangannya yang kiri patah dan sepeda temanya pun rusak.Orang tua temanya
tersebut datang kerumah dia dan meminta ganti rugi atas sepeda yang rusak
tersebut tidak hanya meminta ganti rugi tapi,orang tuanya juga menghina kelurga
sang anak tersebut.
Karena merasa dihina sehingga
ayah Feri tidak terima atas perkataan oraang tua temanya tersebut.Ketika
meminta ganti rugi ayah Feri menelfon ibu yang sedang di luar negeri, dia
ceritakan tentang kejadian yang menimpa anaknya lalu ibunya mengirimkan uang
untuk membayar ganti rugi tersebut.Betapa kaget orang tua temanya saat ayahnya
Feri bisa membayar ganti rugi tersebut, padahal keluarga Feri miskin.
Kenakalan feri tidak
hanya dalam hal pertemanan ,ternyata feri juga jarang melakukan ibadah
sholat.Setiap hari hanya bermabuk-mabukan saja, menghambur hamburkan uang dari
kerja keras ibunya.Setiap mendapat kiriman uang dari ibunya hanya digunakan
untuk berfoya-foya tidak pernah dikumpulkan untuk ditabung.
Selain minum-minuman
keras feri juga sering bermain balap motor yang pernah hampir merenggut
nyawanya.Berkali-kali feri menang tetapi juga pernah mengalami kecelakaan saat
balap motor yang untungnya memakai helm.Entah bisikan dari mana feri mau
memakai helm,biasanya saat balap motor dia tidak pernah memakai helm.Sang ibu
histeris dan sampai pingsan saat mengetahui bahwa anak kesayangannya
satu-satunya itu kecelakaan.Untung luka yang diderita tidak begitu parah.
Karena hobi balap motor
tersebut feri banyak menghabiskan banyak biaya hanya untuk motornya.Motornya
sering keluar masuk bengkel hanya untuk menunjang hobinya tersebut.Tetapi uang
menang dari balap motor itu hanya digunakan untuk minum-minuman keras dan
memperbaiki motornya.
|
D
|
alam percintaan tidak sulit bagi feri mencari
kekasih karena hobi dia menjadi joki balap motor menjai idola perempuan.Tetapi
ada juga perempuan yang menolak dia hanya karena alasan materi”karena feri
miskin”.Ada juga perempuan yang suka dengan feri dan menjalin hubungan selama 3
tahun,tetapi putus hanya karena ayah dari peremuan tersebut tidak suka dengan
feri karena feri berasal dari keluarga miskin sedangkan keluarga perempuan
adalah orang kaya dan terpandang.
Sekian lama sang ibu
pergi dan berkali-kali mengirim uang, akhirnya uang itu dipergunakan untuk memperbaiki
rumah yang sudah reot.Rumah di bongkar dan di renovasi ulang agar layak untuk
di huni,selain untuk merenovasi rumah juga untuk membeli sebidang tanah di
belakang rumah agar rumahnya bisa tambah besar.
Selama bertahun-tahun
sang ibu bekerja hanya 2 kali pulang ke rumah.Sang ibu kaget ketika melihat
rumah sudah menjadi bagus tidak seperti dahulu ketika ditinggalkan.Walaupun
feri nakal tetapi dia juga bersihan,tidak suka melihat ada yang kotor shingga
setiap hari dia menyapu-nyapu rumah dan terkadang pacarnya pun juga ikut
membantu membersihkan rumahnya.
Tetapi semakin lama
kelakuan feri tidak berubah ,tetap saja bermabuk-mabukan malah semakin banyak
dan tambah sering pulangnya larut malam.Terkadang pula rumahnya digunakan
sebagai markas berkumpul dengan teman-temanya.
Ketika hampir bulan
puasa ibunya tiba-tiba datang ke rumah, feri masih tidur dia tidak percaya
bahwa ibunya datang.Feri kaget ketika melihat ibunya ternyata benar-benar
datang , pelukan hangat antara ibu dan anak yang sekian lama tidak bertemu.
Setelah lama di rumah
lama-lama ibunya pun tahu bahwa feri mabuk-mabuk kan ,setiap pulang mulut feri
selalu di endus baunya.Ibunya marah-marah ketika tahu bahwa sekian lama
ditinggal kelakuan feri seperti itu, dan feri pun tidak pernah sholat mungkin
hanya 1 tahun sekali itu juga hanya sholat idul fitri.Sangat sulit membujuk
feri untuk mau sholat, bahkan sampai meminta bantuan dari pak kiyai agar feri
mau sholat tapi sia-sia,tetap saja feri tidak mau sholat.
Suatu hari tiba-tiba
feri meminta kenalan perempuan kepada temanya, lalu temanya memberi nomor
perempuan yang bernama Erna.Feri mengajak kenalan Erna ,tetapi Erna yang sudah
punya kekasih dengan cuek menanggapi Feri.Lama-lama mereka semakin dekat dan ternyata
Feri mempunyai perasaan kepada Erna, dan tiba-tiba ada masalah antara Erna dan
kekasihnya lalu mereka berdua putus.Erna bercerita kepada Feri bahwa dia dan
kekasihnya telah putus dalam hati Feri berkata “hore inilah kesempatan ku”.
Tiba-tiba Feri dan Erna
bertemu ,Feri member hadiah sebuah boneka dan ternyata itu boneka kesukaan Erna
lalu berjalan-jalan.Setelah berjalan-jalan tiba-tiba Feri menyatakan perasan
kepada Erna, dan ternyata Erna pun juga suka kepada Feri akhirnya mereka
menjadi sepasang kekasih.
|
E
|
rna menyuruh Feri untuk sholat karena Erna rajin beribadah jadi Erna
ingin kekasihnya berubah menjadi baik dan rajin sholat.Ajaibnya ketika Feri disuruh
Erna untuk melalukan sholat,ia mau dan sekarang Feri menjadi rajin sholat dan
tidak pernah minum minuman keras lagi.Dan sekarang Feri juga tidak pernah
pulang larut malam lagi, karena jarang keluar rumah.
Keluarga Feri sekarang
menjadi lebih bahagia setelah semua angggota keluarganya berkumpul dan materi
yang berkecukupan.Semua ini karunia dari Allah yang harus disyukuri, tidaklah
hidup itu selalu di bawah, karena roda kehidupan tidak pernah berhenti
berputar.Yang semula di bawah bisa di atas dan kadang kala yang di atas bisa
juga di bawah karena ketamakanya.